TUGAS RPL PERTEMUAN
KE 2
Nama : Fajri Nuriman
Kelas : 12.7B.07
NIM : 12210478
SISTEM RAWAT INAP
RUMAH SAKIT BERBASIS WEB
1. Requirements Analysis and Definition
System ini di rancang bertujuan untuk
memastikan pasien rumah sakit membutuhkan atau tidak membutuhkannya rawat inap
berdasarkan dari klasifikasi penyakit dan tingkat darurat dari suatu penyakit
yang di derita oleh pasien.
System ini membutuhkan data rekam medis
dari pasien mulai dari kapan pasien menderita penyakit dan riwayat penyakit
pasien.
System ini membutuhkan adanya server pada
rumah sakit yang bertujuan sebagai pusat dan penyimpanan database rekam medis
para pasien
System ini membutuhkan adanya jaringan
local area network yang terhubung pada bagian registrasi pasien. Petugas rekan
medis. Dan petugas rawat inap
System ini hanya berjalan pada jaringan
local area network pada rumah sakit atau intranet yang mencegah dari tidak
pencurian data rekam medis terhadap pasien apabila system ini di rancang
menggunakan web online atau internet.
Didalam perangcangan system berbasis web ini
admin dan user
·
Admin dapat melakukan registrasi terhadap para
staff (User) Rumah Sakit sesuai dengan bagian atau divisi. Bagian pendaftaran (User1),
Bagian Rekam Medis (User2), bagian para dokter(user3), bagian rawat inap
(user4)
·
Admin dapat menghapus data para Staff(User)
Rumah sakit yang sudah teregistrasi pada system.
·
User1 dapat melakukan Registrasi biodata dan
jenis pelayanan apa yang akan digunakan pada
pasien pasien yang akan berobat ke rumah sakit seperti menggunakan Asuransi
kesehatan atau melalui pembiayaan mandiri.
·
User2 dapat melakukan input hasil dari rekam
medis pasien
·
User3 dapat membuka hasil dari input rekam medis
dan dapat melakukan validasi sebagai tanda pasien harus di lakukan tindakan
rawat inap atau tidak
·
User4 akan mendapatkan hasil data rekam medis
pasien yang tervalidasi dari dokter untuk di lakukan tindakan rawat inap
terhadap pasien sesuai dengan pelayanan yang di pilih oleh pasien.
·
User4 dapat melakukan input data ruangan yang
sudah terisi maupun yang belum terisi
·
User4 dapat melakukan rubah status pada ruangan
apabila pasien sudah dinyatakan sembuh dan di perbolehkan untuk pulang
2. System and Software Desain
Desain proses akan menjelaskan gambaran system
dan arus data yang di gunakan.

3. Implementation And Unit testing
Pengimplementasian pembuatan system ini
membutuhkan spesifikasi perangkat keras, perangkat lunak dan operator(user. Adapun
perangkat yang digunakan dalam pembangunan dan pengimplementasian perangkat
lunak ini adalah sebagai berikut :
Pengelolaan perangkat lunak ini di bangun
untuk di implementasikan pada computer personal yang menggunakan system operasi
windows berbasis web.
Pembangunan aplikasi ini menggunakan
perangkat keras minimal mempunyai spesifikasi sebagai berikut
·
Personal computer
·
Perangkat masukan yaitu keyboard, mouse
·
Perangkat keluaran yaitu monitor dengan resolusi
minimal 800 X 600 16 bit, printer dan media pentimpanan sekunder berupa hardisk
yang ruang tersisanya 5 GigaByte
·
System operasi
Pengimplementasian aplikasi pengelolahan perangkat lunak ini
menggunakan perangkat keras dengan spesifikasi sebagai berikut :
a.
Computer yang memiliki fungsi utama Core i3 dengan
kapasitas memory utama 2 GB
b.
Perangkat masukan yang dipakai yaitu keyboard
dan mouse
c.
Perangkat keluaran monitor
d.
System operasi windows 7
Pengembangan dan pengimplementasian perangkat lunak ini
membutuhkan suatu perangkat lunak sebagai berikut :
1.
HTML digunakan sebagai implementasi antar muka
antara pengguna dengan database
2.
MySQL, sebagai server basis data yang digunakan
untuk menyimpan data.
3.
PHP, bahasa scripting pengontrol logika aplikasi
eb
4.
AJAX, ASyncronus javascrip Xml untuk pengirim
data melalui backend sehingga tidak memerlukan refresh page.
5.
Jquery, untuk membuat animasi antarmuka dan
antarmuka fungsional
6.
Framework code igniter, digunakan untuk
memudahkan kerangkat kerja dalam pembuatan coding
7.
SQL, meurpakan bahasa scripting basis data,
4. Integration And system testing
Setelah kode di implementasikan, metode
black box testing dilakukan untuk mengevaluasi program, tujuan dilakukan
blackbox testing adalah untuk mendeteksi adanya kesalahan atau kegagalan pada system
informasi.
5. Operation and Maintenance
Pemeliharaan system akan terus dilakukan
dengan korektif terhadap kesalahan yang mungkin terjadi. System informasi ini
juga dapat dikembangkan lebih jauh lagi agar dapat menghasilkan informasi
informasi sehingga aplikasi ini layak di sebut system informasi ditinjau dari
segi fungsionalitas keluaran dan keamanannya,
System informasi ini dapat dikembangkan
menjadi system yang lebih besar diintegrasikan dengan modul-modu yang lain.
LINK : https://drive.google.com/file/d/1g8KTc2XNSlxBGjt5kctumQyukvAZeDBo/view?usp=sharing