Nama :
Fajri Nuriman
Kelas :
12.7B.07
Nim : 12210478
KONSEP
PERANCANGAN
Pada
dasarnya konsep perancangan memberikan kerangka kerja atau pedoman untuk
mendapatkan perangkat lunak yang bisa berjalan dengan baik. Ada beberapa konsep
perancangan yang dikemukakan oleh Pressman
dan perlu dipahami oleh seorang desainer agar mendapatkan perancangan
yang berkualitas tinggi yaitu.
1. Abstraksi
Abstraksi merupakan cara untuk mengatur kompleksitas system dengan
menekankan karakteristik yang penting dan menymbunyikan detai dari
implementasi. Tiga mekanisme dasar dari abstraksi yaiutu :
a. Abstraksi procedural, urutan
instruksi yang mempunyai sebuah nama yang menggambarkan fungsi tertentu
b. Abstraksi Data, kumpulan data yang
mempunyai nama yang menggambarkan objek data.
c. Abstraksi control,
mengimplementasikan sebuah mekanisme control dari program.
2. Dekomposisi
Dekomposisi merupakan mekanisme untuk merepresentasikan detai-detail
dari fungsionlaitas. Dengan adanya dekomposisi membantu para desainer
mengungkapkan detail tinggat rendah Ketika perancangan sedang berjalan. Jadi
dekomposisi membagi perancangan secara top-down/menyaring tingkat detail dari
procedural.
3. Modularitas
Mekanisme membagi perangkat lunak ke dalam elemen-elemen kecil dan dapat
dipanggil secara terpisah, biasanya elemen ini sering di sebut dengan modul.
Modularitas merupakan karakteristik penting dalam perancangan yang baik
karena
a. Menyediakan pemisahaan
fungsionalitas yang ada pada perangkat lunak.
b. Memungkinkan pengembangan mengurangi
kompleksitas dari system.
c. Meningkatkan skalabilitas, sehingga
perangkat lunak dapat dikembangkan oleh banyak personal.
Modularitas perangkat lunak ditentukan oleh
coupling dan cohesion :
a. Coupling : Derajat ketergantungan
antar modul yang berinteraksi
b. Cohesion : derajat kekuatan
fungsional dalam suatu modul
Modul yang baik harus mempunyai chesion yang
tinggi dan coupling yang rendah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi cpupling :
a. Banyaknya data yang dilewatkan antar
modul (Passing parameter)
b. Banyaknya control data yang digunakan
Bersama oleh beberapa modul.
4. Arsitektur Perangkat Lunak
Arsitektur perangkat lunak merupakan struktur hirarki dari komponen
program (modul), cara bagaimana komponen tersebut berinteraksi dan struktur
data yang digunakan oleh komponen.
5. Hirarki Kontrol
Hirarti control disebut juga dengan struktur proram, yang
merepresentasikan organisasi (hirarki) komponen program (modul) serta
mengimplementasikan suatu hirarki control. Hirarki kontorl tidak
mengimplementasikan aspek procedural dari perangkat lunak, seperti urutan
proses, kejadian/ urutan keputusan, atau pengulangan operasi. Hirarki kontol
juga merepresentasikan dua karakteristik yang berbeda dari asritektur perangkat
lunak yaitu visibilitas dan konektifitas. Visibilitas menunjukan serangkaian
komponen program yang dapat diminta dan dipakai sebagai data oleh komponen yang
diberikan dan dilakukan secra tidak langsung. Sedangkan konektifitas
mengindikasikan serangkaian komponen program yang diminta secara tidak langsung
atau digunakan data oleh sebuah modul yang di terapkan.
6. Partisi structural
Struktur program harus di partisi secara horizontal maupun structural.
Partisi ini membagi cabang-cabang yang terpisah dari hirarki modul unutk
menjadi sebuah fungsi program. Ada beberapa keuntungan yang didapat mempartisi
arsitektur secara horizontal. Yaitu.
a. Menghasilkan perangkat lunak yang
mudah di uji.
b. Menghasilkan penyebaran efek samping
yang sedikit
c. Manghasilkan perangkat lunak yang
lebih mudah di peluas
d. Menghasilkan perangkat lunak yang
lebih mudah di pelihara.
Selain struktur program bisa di partisi secara
horizontal bisa juga dipartisi secara vertical, dimana control dan kerja dari
arsitektur program didistribusikan secara top-down.
7. Struktur data
Struktur data merepresentasikan hubungan logis antara elemen-elemen
data. Selain itu struktur data juga menentukan organisasi, metode akses,
tingkat assosiativitas dan alternatif pemrosessan untuk informasi.
8. Prosesur perangkat lunak
Prosedur perangkat lunak lebih berfokus pada detail-detail pemrosesan
dari masing-masing modul. Prosedur harus memberikan spesifikasi yang teliti
terhadap pemprosesan, mencakup event, keputusan, operasi, dan struktur data.
9. Penyembunyian informasi
Sebuah mekanisme perancangan modul sehingga informasi yang terkandung
dalam modul tidak dapat di akses oleh modul lain yang tidak berkepentingan
dengan informasi tersebut. Informasi yang disembunyikan terdiri dari.
a. Representasi data
b. Algoritma seperti Teknik pengurutan
dan pencarian
c. Format masukan dan keluaran
d. Perbedaan mekanisme/kebujakan
e. Antarmuka modul tingkat rendah
Ada beberapa alasan kenapa konsep perancangan
ini perlu di pahami oleh desainer yaitu
1. Mengatur system perangkat lunak yang
kompleks.
2. Meningkatkan kualitas factor dari
perangkat lunak.
3. Memudahkan penggunaan Kembali
sismantik system atau perangkat lunak.
4. Memecahkan permasalahan-permasalahan
perancangan yang ada pada umumnya.
SUMBER : Ebook
Rekayasa perangkat Lunak Politeknik Telkom Bandung, 2009
